
TENTANG KAMI
Media massa aternatif ini kami namai projectarek.id. Nama ‘Arek’ merujuk dari mana kami berasal. Ya, media ini digagas dan lahir di Surabaya sebagai media massa lokal. Itu artinya projectarek.id adalah media massa alternatif yang berasal dari Surabaya. Penggunaan kata ‘Arek’ ini juga menandakan ruang redaksi kami bersifat egaliter, khas dengan kata ‘Arek’.
Ya, jumlah media massa tak kuasa lagi dihitung jari, termasuk di Surabaya. Kami tak ingin menambah sesak, karena itu kami memilih posisi berbeda. Kerja-kerja kami, membersamai dan menjadi bagian keseharian masyarakat. Kami berkomitmen melayani masyarakat (publik), memberikan suara bagi mereka yang tak memiliki suara, yang diabaikan dan komunitas yang ditinggalkan.
Membawa media massa ini menjadi keseharian masyarakat separti halnya kata ‘arek’ yang selalu melekat dalam kehidupan di tempat kelahiran kata itu. Tagline kami ‘Ayo Bergerak Rek!’ adalah seruan atau ajakan untuk bergerak bersama. Bagi kami, tagline tak melulu soal media massanya, tak sekadar jargon embel-embel.
Ini menjadi titik balik bagaimana seharusnya media masa bersikap dan bertindak. Kami memegang prinsip untuk menguatkan dan merawat demokrasi serta sebagai kontrol terhadap kekuasaan. Selain itu, kami berupaya menjadi medium bagi para jurnalis berkolaborasi dalam membongkar praktik penyimpangan kekuasaan yang melahirkan penindasan sistematis terhadap masyarakat.
PT MEDIA AREK INDEPENDEN
AHU-0260551.AH.01.11

TENTANG LOGO
Font sederhana berwana hitam sebagai simbol kekuatan, keberanian dan solidaritas. Warna ini kami pilih karena pergulatan menjelang kelahiran Project Arek, bertepatan dengan #septemberhitam, yang ditandai represi aparat kepolisian saat aksi demonstrasi besar-besaran mengkritik pemerintah. Banyak juga jurnalis yang menjadi korban kekerasan aparat negara.
Siluet anak-anak bermain layang-layang memiliki arti filosofi yang sederhana. Kata ‘Arek” sendiri bisa juga berarti anak. Kami menggunakan gambar anak bermain layang-layang sebagai bentuk harapan dari sebuah perjuangan. Tangannya menggenggam benang agar layangan-layang, simbol harapan, itu tak hilang terbawa angin.
Menghadirkan seorang anak perempuan berlari membawa layang-layang, menjadi semangat merebut kembali ruang publik atas informasi. Sama halnya semakin terampasnya ruang bermain anak-anak. Logo ini juga membawa semangat inklusif pada setiap kerja-kerja jurnalistik kami. Sedangkan matahari, adalah simbol semangat yang terus menyengat kami.
TENTANG KEBIJAKAN REDAKSI
Kanal-kanal Project Arek didedikasikan untuk memberitakan isu-isu masyarakat marjinal atau terpinggirkan, hak asasi manusia (HAM), demokrasi, keberagaman, lingkungan hidup, literasi, kehidupan sehari-hari dan problem kerakyatan yang diabaikan media-media arus utama. Kami mengemas berita ini dalam tulisan mendalam dengan bentuk storytelling.
Dua ragam jurnalisme, yaitu advokasi dan solusi, menjadi alat untuk memastikan suara masyarakat teresonansi melalui kerja-kerja jurnalistik. Advokasi, tentu soal keberpihakan pada yang terpinggirkan. Solusi, berarti menggangkat inisiatif baik yang ada di tengah masyarakat dalam menjawab problem yang mereka hadapi agar bisa direplikasi di komunitas atau kelompok lainnya.
Suara pinggiran berhak untuk diperdengarkan, diresonansi sampai menembus sekat-sekat sosial dan kerumitan lainnya. Tentu kami tidak bisa sendiri. Pelibatan komunitas, kelompok masyarakat sipil, akademisi dan masyarakat pada umumnya, menjadi keniscayaan tumbuh dan berkembangnya media massa baru ini, Project Arek.

TENTANG PEMBIAYAAN
Tentu ada konsekuensi logis ketika sebuah media massa mengambil jarak tegas dengan pemerintah sekaligus memposisikan diri melayani hak masyarakat. Konsekuensi itu adalah model bisnis yang tidak bergantung pada iklan pemerintah. Seperti yang sudah-sudah, media massa lahir dan langsung nyusu serta bergantung hidup pada iklan pemerintah tak ubahnya 'humas' lembaga pemerintahan itu.
Bisa ditebak bagaimana berita dan arah kebijakan redaksi semua media massa yang menggantungkan hidupnya pada iklan pemerintah. Karena itu, media massa yang memiliki posisi tegas dalam hal kepatuhan pada etika jurnalistik dan menjamin ruang redaksi yang independen, lebih masuk akal hidup dengan skema alternatif.
Pendanaan kami melalui donasi masyarakat (filantropi) dan pembaca, grant (hibah), beasiswa liputan, penyelenggaraan berbagai acara sampai penjualan souvenir. Pembiayaan independen menjadi ruh dalam kerja-kerja media massa alternatif. Memang saat ini melibatkan publik secara luas untuk ikut membiayai sebuah media masih belum berdampak signifikan.
Namun, kami meyakini, melalui kerja-kerja jurnalistik yang konsisten berpihak pada publik, gerakan ini terus bertumbuh dan membesar. Kami meyakini itu sebagai gerakan kolektif. Kami yakin karena kami tak sendiri. Saat ini, media massa alternatif terus tumbuh dan membangun ekosistem jurnalisme independen yang sepenuhnya mengabdi pada publik.
Rek, kalian bisa dukung kami dengan ikut saweran membiayai projectarek.id dengan klik: