RAHAYU mengembuskan napas kasar. Ia sedang menatap panci nasi yang isinya tak sampai separuh. “Ya sabar, Ndis. Kita buat makan saja susah. Kamu lihat sendiri kan, beras kita tinggal secanting.”“Bapakmu, loh. Sudah dua minggu tidak ngasih uang. Minta bapakmu sana,” ucapnya lagi dengan nada ketus…