Skip to main content

Post by Arie Fajar Rofian

Eksil 1965

SEPUCUK surat dari ayahnya, yang ditulis sebelum berita buruk itutiba, terselip di dalam koper yang sedikit berdebu: Jangan lupakan siapa dirimu, Anakku. Dan, jangan lupa pada tanah yang memberimu napas kehidupan: Indonesia. Pulanglah kelak di masa depan, bangun negeri…