AMANAT tersebut sesungguhnya tidak berhenti pada ruang-ruang kelas. Ia juga hidup di perpustakaan, taman bacaan masyarakat, pojok literasi desa, hingga rak-rak buku sederhana yang menjadi jendela dunia bagi anak-anak di pelosok negeri. Ironisnya, di tengah semangat membangun sumber daya manusia…