SETIAP PAGI, sebelum matahari sempat membasuh wajahnya di ufuk, aku sudah memanggul karung goni—rahim bagi segala macam benda yang dianggap dunia sebagai kegagalan. Orang-orang menyebutku pemulung. Sebutan yang jujur, meski terasa dingin di telinga. Namun bagiku, aku adalah seorang kurator…