KAPITALISME global merambah ke setiap ruang kehidupan manusia seolah telah menutup segala kemungkinan untuk berpikir secara radikal—yaitu berpikir sampai ke akar persoalan. Di tengah situasi inilah Robertus Robet menghadirkan buku Manusia Politik, sebuah kajian mendalam atas pemikiran Slavoj Žižek, filsuf kontemporer yang dikenal tajam, provokatif, sekaligus mengguncang tatanan berpikir kita tentang dunia.
Pemikiran Žižek dalam buku ini bukan sekadar penjelasan atas gagasan seorang pemikir, melainkan sebuah ajakan untuk kembali menjadi manusia politik yang sadar, kritis, dan berani berjuang.
Buku ini merupakan kajian komprehensif pertama dalam bahasa Indonesia atas pemikiran Slavoj Žižek, yang sering dijuluki sebagai "the Elvis of cultural theory". Robertus Robet menelusuri gagasan-gagasan radikal Žižek tentang kemungkinan politik emansipatoris di tengah gelombang kapitalisme global yang kian membius dan mendominasi kehidupan manusia.
Tak hanya itu, penulis menyusunnya dengan narasi yang terstruktur, sehingga pembaca dapat memahami kerumitan pemikiran Žižek tanpa merasa tersesat dalam istilah-istilah filsafat yang berat. Gaya bahasanya lugas namun tetap akademis, mampu menjelaskan konsep-konsep yang rumit dengan bahasa yang dapat diakses oleh pembaca yang bukan berlatar belakang filsafat sekalipun.
BACA JUGA : #MOCOREK| Juragan Haji
Di tengah pesimisme yang meluas, di mana politik kerap menjadi arena dagang dan perjuangan keadilan tampak mustahil, Žižek hadir dengan gagasan berani: politik radikal masih mungkin! Filsafatnya berupaya menyegarkan kembali politik radikal tanpa terjebak pada doktrin-doktrin lama yang sudah tidak relevan, menyadarkan kita bahwa kapitalisme global-digital kontemporer menuntut bentuk perlawanan yang baru pula.
Penulis menguraikan bagaimana sistem saat ini tidak hanya menguasai ruang ekonomi, tetapi juga membentuk cara kita berpikir, menginginkan, dan bermimpi. Bahkan penolakan pun sering kali telah disiapkan oleh sistem itu sendiri. Oleh karena itu, perlawanan sejati tidak cukup hanya dengan perubahan di permukaan, melainkan harus berani menantang kerangka berpikir yang selama ini kita anut tanpa dipertanyakan.
Namun, Robertus Robet tidak sekadar menafsirkan Žižek, melainkan juga melampauinya dalam merumuskan "yang-politis", membuka kembali kemungkinan politik yang berhadapan secara frontal dengan totalitarianisme dan fundamentalisme, baik yang datang dari kekuasaan negara maupun dari pasar yang semakin tak terbatas.
Penulis menempatkan politik bukan sekadar sebagai urusan kekuasaan atau administrasi negara, melainkan sebagai prosedur kebenaran dan kelahiran kembali subjek yang berdaya. Di sinilah letak kekuatan utama buku ini: ia tidak hanya membahas pemikiran orang lain, tetapi juga mengembangkan gagasan sendiri yang berakar pada konteks sosial-politik di Indonesia.
BACA JUGA : #MOCOREK| Timur dari Masa Lalu
Pembaca diajak memahami, menjadi manusia politik bukan berarti harus menjadi pejabat atau politisi, melainkan berani mengambil sikap, bertanggung jawab atas pilihan, dan menyadari bahwa nasib bersama adalah tanggung jawab setiap orang.
Salah satu hal yang paling berharga dari buku ini adalah kemampuannya menghubungkan gagasan-gagasan filsafat yang tinggi dengan realitas kehidupan sehari-hari. Robertus Robet menunjukkan bahwa apa yang dibicarakan Žižek bukanlah urusan abstrak di ruang kuliah, melainkan menyentuh langsung bagaimana kita hidup, bekerja, berhubungan dengan orang lain, dan bagaimana kita memahami kebebasan.
Kapitalisme, menurut kerangka berpikir yang dikemukakan, tidak hanya mengeksploitasi tenaga, tetapi juga membentuk keinginan kita sehingga kita merasa bahagia dalam keterbatasan yang ditetapkan orang lain. Kesadaran inilah yang menjadi pintu masuk menuju politik radikal: ketika kita menyadari bahwa apa yang kita anggap sebagai kebebasan ternyata masih dalam batas-batas yang ditentukan sistem, barulah kita benar-benar mulai merdeka.
BACA JUGA : #MOCOREK| Mencari Nama Tuhan yang Keseratus
Gagasan tentang "subjek radikal" yang dikemukakan dalam buku ini sangat relevan dengan masa kini. Banyak orang merasa lelah dengan politik, merasa bahwa semua pihak sama saja, sehingga memilih untuk menarik diri dan tidak peduli. Namun justru ketidakpedulian itulah yang paling menguntungkan bagi mereka yang berkuasa.
Buku ini mengingatkan kita bahwa ketidakpedulian bukanlah kebebasan, melainkan bentuk lain dari perbudakan yang halus. Menjadi subjek radikal bukan berarti harus melakukan kekerasan atau pemberontakan, melainkan berani berpikir kritis, tidak mudah percaya pada narasi tunggal, dan berani membela kebenaran meskipun sendirian.
Politik emansipasi yang dimaksud di sini bukanlah tentang mengganti penguasa lama dengan penguasa baru, melainkan tentang menciptakan tatanan di mana setiap orang dapat berkembang secara setara dan bermartabat.
Buku ini sangat disarankan untuk dibaca oleh mahasiswa, aktivis, peneliti, maupun siapa saja yang merasa gelisah dengan keadaan dunia saat ini dan percaya bahwa dunia bisa menjadi lebih baik. Ia tidak memberikan jawaban yang mudah, tetapi memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga: cara berpikir yang baru, yang tajam, dan yang mampu membebaskan.
Sebagaimana tersirat dalam pesan yang disampaikan penulis: pertanyaan yang baik sering kali lebih berharga daripada jawaban yang mudah, dan keberanian untuk mempertanyakan segalanya adalah langkah pertama menuju kemerdekaan yang sejati.
Judul: Manusia Politik (Subjek Radikal dan Politik Emansipasi di Era Kapitalisme Global Menurut Slavoj Zizek)
Penulis: Robertus Robet
Penerbit: Marjin Kiri
Jumlah halaman: 239
Tahun Terbit: 2010
ISBN 978-979-1260-06-0
Khairul A. El Maliky, Novelis, cerpenis, dan esais. Bukunya yang telah terbit antara lain berjudul, Akad, Kalam Kalam Cinta, Pintu Tauhid, Sweet Girl, Semesta Cinta Syaikh Abdul Qadir Al Jilani, Cahaya Lentera Cinta, Beda Tapi Cinta, Mahar Cinta untuk Afifah, Kulabuhkan Cintaku di Hatimu, Rasulullah & Pendidikan Hati Anak, dll yang tersedia di toko buku Gramedia, NBS Book Store Malang, dan Imajinasiku Books. Selain menulis, penulis juga aktif sebagai guru Sastra Inggris di salah satu Madrasah Aliyah di Probolinggo.
